Oknum Polisi Dipecat Karena Perbuatan Asusila, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda Gorontalo

Kabid Humas Polda Gorontalo. Kombes Pol, Wahyu Tri Chayono, SIK (Foto: Humas Polda Gorontalo)

Newstizen.id, Gorontalo – Oknum polisi berinisial Brigpol YS yang sehari bertugas di jajaran Polda Gorontalo, diberhentikan  (dipecat) dari kesatuan Polri.

Karena terbukti melakukan pelanggaran kedinasan. Brigpol YS dipecat karena melakukan tindakan asusila terhadap anak dibawah umur.

Terungkap dalam laporan, oknum polisi ini didakwa pasal pencabulan karena melakukan persetubuhan dengan tiga perempuan dibawah umur.

“Putusan pemecatan ini tidak harus menunggu putusan pengadilan. Ini berdasarkan Peraturan kepolisian nomor 7 tahun 2022. Brigpol YS dapat dipecat (PTDH), tanpa harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach),” tutur Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono

Putusan ini dijatuhkan setelah, komisi kode etik profesi Polri, Polda Gorontalo yang diketuai Ps. Kepala Sub Bidang Pertanggung jawaban Profesi (Kasubbidwabprof) Bid Propam Kompol Vondy S. Mawitjere, S.H., M.H., didampingi Ps. Kabagbinopsnal Dit Binmas Polda Gorontalo, Kompol Heriyanto Gobel, S.H., dan Kasipasdal Subdit Dalmas Dit Samapta Polda Gorontalo Kompol Amner B. Purba, S.Sos melakukan sidang.

Dan dalam putusannya anggota Komisi telah menjatuhkan sanksi pemecatan, atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Brigpol YS, pelaku asusila terhadap anak di bawah umur.

“Sesuai hasil putusan sidang komisi kode etik profesi Polri. Brigpol YS terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri Jo Pasal 8 huruf c angka 3 dan/atau Pasal 13 huruf d Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Polri dan Komisi Kode Etik Polri,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Wahyu Tri Cahyono,

Selanjutnya terhadap pelanggar diberikan sanksi kode etik berupa perbuatan pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela, dan diberhentikan tidak dengan hormat sebagai anggota Polri (PTDH). Namun demikian, pelanggar tidak menerima keputusan tersebut. Dengan mengajukan banding.

“Hak-hak pelanggar tetap kita berikan sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk terhadap pengajuan banding oleh pelanggar, nantinya akan dibentuk Komisi banding untuk memeriksa, mengadili dan memutuskan apakah memori banding yang diajukan diterima atau ditolak, kita tunggu saja prosesnya,” tegas Kabid Humas Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Wahyu Tri Cahyono.  Wahyu mengatakan, sejak awal munculnya kasus ini menjadi atensi Kapolda Gorontalo untuk diproses secara cepat dan diberikan sanksi yang berat baik kode etik maupun pidananya.

Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, tegaskan bahwa Penegakkan disiplin terhadap anggota Polri,sudah menjadi komitmen Bapak Kapolda.”  Termasuk dengan perbuatan Brigpol YS atas perbuatan tidak beradab, yang dilakukannya baik sanksi Kode Etik maupun pidana.

Sebagaimana diketahui, Brigpol YS dilaporkan ke SPKT Polda Gorontalo atas perbuatan cabul dan persetubuhan terhadap tiga orang anak dibawah umur. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Bid Propam dan Dit Reskrimum Polda Gorontalo. (Irham)

Humas Polda Gorontalo

Oknum Polisi Dipecat Karena Perbuatan Asusila, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda Gorontalo
error: Content is protected !!